
Hari Selasa merupakan satu-satunya hari kuliahku. Selain Psikologi Kesukaran Belajar, mata kuliah lain yang membuatku semangat di hari Selasa adalah Isu-isu Kontemporer Psikologi Klinis. Gue banget! Dengan dosen yang bernama Rahmat Hidayat, S.Psi, M.Sc ini kuharap aku bisa mengasah kekritisan pikiranku dalam menyikapi berbagai hal yang berhubungan dengan Psikologi Klinis – bidang Psikologi yang kuminati.
Pak Rahmat sendiri sebenarnya sangat meminati Psikologi Ekonomi di samping Psikologi Klinis yang beliau kuasai. Makanya, ga jarang pula beliau memakai istilah perekonomian, marketing atau advertising ketika menyampaikan kuliah. Satu pengetahuan mulai beliau sampaikan segera setelah beliau membuka kelas dengan mengucapkan salam, “Assalamu’alaykum, selamat siang semuanya, selamat hari Selasa...”, kalimat salam terakhir membuat telingaku gerah mendengarnya. ‘Selamat hari Selasa’? Salam macam apa itu? Seperti mengerti kebingungan yang aku dan teman-temanku rasakan, beliau lalu menjelaskan. “Sudah pernah telepon ke Dagadu?” Hampir semua orang di kelas itu diam, tanda jawaban ‘belum’. Beliau melanjutkan, “Kalau belum, cobalah sekali-kali telepon ke sana, pasti telepon Anda akan dijawab dengan ‘Selamat hari Selasa, ada yang bisa kami bantu?’ Betul, saya ngga bohong, coba saja”. Bisa ditebak, beliau memang concern dengan Psikologi Ekonomi, sampai ciri khas greeting sebuah perusahaan pun beliau amati betul.
Sebagai awalan, beliau memaparkan tujuan mata kuliah Isu-isu Kontemporer Psikologi Klinis. Sekedar tambahan, beliau mengaku sebagai penganut paham fonetik dalam bahasa, sehingga beliau lebih sreg menyebut ‘Isyu’ daripada ‘Isu’, lebih mantap menurut beliau. Ada dua tujuan besar dari mata kuliah ini, yang kemudian di-breakdown ke dalam beberapa aspek, yaitu:
Q Memperluas wawasan tentang profesi Psikolog Klinis:
R Ranah kompetensi à seorang Psikolog Klinis harus memiliki beberapa kompetensi yang menjadikannya berbeda dengan psikolog bidang lain (ada 5 bidang dalam psikologi: Psikologi Umum & Eksperimen, Psikologi Perkembangan, Psikologi Pendidikan, Psikologi Sosial, dan Psikologi Klinis)
R Jenjang keahlian à jenjang keahlian merupakan hal yang penting dalam tumbuh-kembang ilmu apa pun. Ketika seseorang telah puas dengan title S1-nya tanpa ada keinginan untuk menapaki jenjang pendidikan yang lebih tinggi, maka ia tidak akan bisa berkontribusi lebih banyak bagi bidang keahliannya.
R Organisasi profesi à IDI dan berbagai wadah organisasi profesi yang ada di Indonesia sempat membuat ‘iri’ para psikolog Indonesia. Pasalnya, profesi sebagai Psikolog belum mendapat pengakuan & penghargaan dari pemerintah maupun elemen masyarakat Indonesia pada umunya. Padahal, di negara-negara Barat, Psikolog atau Psikoterapis bisa dikatakan setara dengan Dokter atau Lawyer. Alhamdulillah, di bawah pimpinan Dra. Retno Suhapti, SU, MA yang tak lain adalah Ketua HIMPSI Indonesia, akhirnya Psikolog mendapat pengakuan sebagai profesi, sehingga mendapatkan jabatan fungsional. Nah, kalau yang ini aku belum terlalu paham, coba nanti dicari dulu infonya mengenai HIMPSI – yang memiliki sekretariat di Gedung A Lt. 3 Fakultas Psikologi UGM – ini.
R Pendidikan profesi à ini berkaitan dengan jenjang keahlian di atas. Demi mengembangkan ilmu di bidang Psikologi, hendaknya institusi yang menganggap penting akan hal ini bisa memfasilitasi para psikolog atau calon psikolog untuk mencapai pendidikan yang lebih tinggi – dengan kata lain, beasiswa. Semoga aku termasuk calon psikolog yang mendapat kesempatan menimba ilmu yang lebih tinggi. Ga usah jauh-jauh deh, UCLA atau Stanford Uni atau Leipzig Uni juga gpp. Heheh... Mohon doanya, kawans...
R Kerjasama lintas profesi klinik & non-klinik à nyank ini juga pentink... ga ada ilmu di dunia ini yang berdiri sendiri. Kolaborasi antardisiplin ilmu masih menjadi pilihan terbaik dalam memperkaya khasanah ilmu apa pun. Tak terkecuali dengan psikologi. Aku jadi teringat pertanyaan sepupuku Agustus lalu: “Mba Tyas, bedanya Psikolog sama Psikiater itu apa toh?” Pertanyaan klise. Pada dasarnya, keduanya sama-sama bekerja di bidang ilmu jiwa (Psyche: jiwa). Tapi perbedaan di antara keduanya amat mencolok: psikolog merupakan lulusan Fakultas Psikologi yang melanjutkan Magister Profesi, sedangkan psikiater merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Umum yang melanjutkan sampai Spesialis Kejiwaan. Perbedaan lain, psikiater berwenang memberi obat kepada pasiennya, sedangkan psikolog tidak, hanya intervensi yang bersifat terapi dan konsultasi yang dapat diberikan. Kalau aku salah, mohon dikoreksi yah... Nah, kalo psikolog plus psikiater berkolaborasi, itu baru siippp...
Q Memperluas wawasan tentang berbagai aspek keahlian Psikolog Klinis:
S Dasar-dasar filosofis
S Kesehatan mental dan situasi kegawatdaruratan
S Public mental health
S Epidemiologi kesehatan mental
S Prinsip Evidence-based of Effectiveness
Mmm... poin kedua dari tujuan mata kuliah ini belum bisa kujelaskan, karena sifatnya sangat spesifik, sedangkan kuliah saja belum mulai. Dua pekan ini Pak Rahmat harus ke Melbourne, so kami ga ada kuliah de... Sedih juga sih, harus sabar menunggu Pak Rahmat balik ke UGM. Uda pengen cepet2 dapet ilmunya... cie...
S Dasar-dasar filosofis
S Kesehatan mental dan situasi kegawatdaruratan
S Public mental health
S Epidemiologi kesehatan mental
S Prinsip Evidence-based of Effectiveness
Mmm... poin kedua dari tujuan mata kuliah ini belum bisa kujelaskan, karena sifatnya sangat spesifik, sedangkan kuliah saja belum mulai. Dua pekan ini Pak Rahmat harus ke Melbourne, so kami ga ada kuliah de... Sedih juga sih, harus sabar menunggu Pak Rahmat balik ke UGM. Uda pengen cepet2 dapet ilmunya... cie...
Oh iya, beberapa kontrak belajar yang kami sepakati:
T Tidak ada ujian tertulis. Asyik niy...
T Setiap pertemuan, kami diwajibkan melaporkan riset kecil tentang suatu topik yang diberikan oleh Pak Rahmat pada pertemuan sebelumnya. Ini yang kusuka. Beberapa dosen Psikologi Klinis yang pernah kuikuti kuliahnya memang menekankan pada aktivitas riset, baik itu review jurnal penelitian maupun melakukan riset secara langsung.
T Penilaian terhadap kontribusi (kuantitas & kualitas) selama pertemuan (60%)
T Penulisan paper (20% & 20%) à sebagai pengganti UTS, kami diwajibkan membuat paper mengenai poin pertama tujuan mata kuliah ini (Memperluas wawasan tentang profesi Psikolog Klinis); sedangkan untuk mengganti UAS, kami harus membuat paper tentang poin kedua (Memperluas wawasan tentang berbagai aspek keahlian Psikolog Klinis). Judul bebas, asalkan menyangkut tema tersebut.
Well, dalam rangka menuju masa depan yang lebih cerah, izinkan aku berkontribusi sesuai kompetensiku, Ya Rabb...
- t y -
Yk, 9 September 2008
22.11 pm
Picture taken from: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiD9gbUL31cEGeQaP-28Oy9aNcBJ8X9hiAf2RG_wgPhlLNUCtHSqhkmsf-8hx4VncxPuWOcAbujowmHJCy4i5ORF5rBMCYYFNOFaGsEwVj9Wc1aLwJIRRr9deEVXLeDJSj-RkkOg1Q0QufM/s1600-r/header.jpg
T Tidak ada ujian tertulis. Asyik niy...
T Setiap pertemuan, kami diwajibkan melaporkan riset kecil tentang suatu topik yang diberikan oleh Pak Rahmat pada pertemuan sebelumnya. Ini yang kusuka. Beberapa dosen Psikologi Klinis yang pernah kuikuti kuliahnya memang menekankan pada aktivitas riset, baik itu review jurnal penelitian maupun melakukan riset secara langsung.
T Penilaian terhadap kontribusi (kuantitas & kualitas) selama pertemuan (60%)
T Penulisan paper (20% & 20%) à sebagai pengganti UTS, kami diwajibkan membuat paper mengenai poin pertama tujuan mata kuliah ini (Memperluas wawasan tentang profesi Psikolog Klinis); sedangkan untuk mengganti UAS, kami harus membuat paper tentang poin kedua (Memperluas wawasan tentang berbagai aspek keahlian Psikolog Klinis). Judul bebas, asalkan menyangkut tema tersebut.
Well, dalam rangka menuju masa depan yang lebih cerah, izinkan aku berkontribusi sesuai kompetensiku, Ya Rabb...
- t y -
Yk, 9 September 2008
22.11 pm
Picture taken from: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiD9gbUL31cEGeQaP-28Oy9aNcBJ8X9hiAf2RG_wgPhlLNUCtHSqhkmsf-8hx4VncxPuWOcAbujowmHJCy4i5ORF5rBMCYYFNOFaGsEwVj9Wc1aLwJIRRr9deEVXLeDJSj-RkkOg1Q0QufM/s1600-r/header.jpg

Welcome to ROYAL QQ.
BalasHapusSitus agen poker online yang terpercaya dan terbesar di INDONESIA.
ROYAL QQ menyediakan 7 permainan terpopuler dalam 1 ID.
Hanya dengan minimal deposit 15.000,- saja anda sudah bisa bermain di semua games.
Keuntungan bermain di Royal QQ :
- 200% Player Vs Player.
- Kartu yang dibagikan lebih bagus.
- Lebih banyak WD dari pada DEPO
- Lebih mudah memenangkan JACPOT!
Tunggu apa lagi, Daftarkan segera di https://goo.gl/WdAxAK
Contact Us :
Call : +855 8771 3624
BBM : 2B68D666