Minggu, 10 Januari 2010

Putra-putri Anda mengalami kesulitan dalam belajar?


Beneran, setelah mengalami kekecewaan berat karena sindrom ‘high expectation’ terhadap Linbud yang menyerang diriku hari Senin kemarin, akhirnya di hari Selasa ini ada yang seger-seger.
Yup! Psikologi Kesukaran Belajar menjadi sesuatu yang menggugah semangatku kembali kuliah semester ini. Dosen yang kompeten di bidang Psikologi Pendidikan menjadi daya tarik tersendiri mengapa mata kuliah ini terasa menggairahkan. Di samping itu – dan yang paling penting – materi yang diajarkan pada mata kuliah ini so realistic dan sangat dekat dengan kehidupanku sebagai seorang penuntut ilmu.
Mata kuliah Psikologi Kesukaran Belajar ini membahas tentang macam-macam kesukaran belajar yang dialami oleh anak-anak. Beberapa di antaranya yaitu gangguan komunikasi, gangguan fisik, disleksia, ketidakmampuan berhitung, gangguan visual, gangguan auditori, gangguan emosi, gangguan mental (ex: Retardasi Mental), dan slow learner. Ternyata banyak hal yang membuat seorang anak mengalami hambatan dalam belajar. Diperlukan deteksi dini oleh orang tua yang menemukan keganjilan pada anak yang sukar memusatkan konsentrasi pada saat belajar, kesulitan membaca, menulis dan berhitung, atau sangat lambat dalam mengerti suatu materi pelajaran. Akan lebih baik apabila upaya penanganan dilakukan sedini mungkin, karena anak yang mengalami Mental Retarded pun masih bisa ditingkatkan kemampuan belajarnya.
Penelitian Depdikbud pada awal tahun 1990-an (maaf, tahun tepatnya lupa), di daerah Jawa Barat saja diperoleh hasil prosentase anak usia sekolah yang mengalami kesukaran dalam belajar: gangguan komunikasi 65,2 %; gangguan berhitung 57,5 %; gangguan membaca 51,2 %; anak-anak berbakat 45,8 %; gangguan menulis 31,7 %, gangguan kesehatan gizi 13,4 %; gangguan visual 4,4 %; gangguan auditori 1 %; gangguan fisik/gerak 4 %; slow learner 25 %; gangguan emosi dan perilaku 21,8 %; serta anak-anak dengan nilai prestasi rerata kurang dari 6 sebanyak 13,9 %. Angka yang sangat memprihatinkan bagi dunia pendidikan di Indonesia. Belum diketahui penilitian terbaru mengenai hal ini. Bisa saja prosentase yang tertera di atas kian meningkat apabila tidak ada tindak lanjut dari pemerintah untuk menguranginya.
Ingin rasanya kuceritakan tentang macam-macam kesukaran belajar ini satu per satu, tapi aku sendiri pun belum memahami semuanya. Nanti, setiap pekan akan ada satu kelompok yang mempresentasikan macam kesukaran belajar. Dari hasil presentasi itu, aku akan berusaha men-sharing-kannya di sini. Aku sendiri bersama dua orang temanku kebagian mempresentasikan kesukaran belajar yang disebabkan oleh gangguan auditori – gangguan kesukaran belajar yang prosentasenya kecil.

- t y -
Yk, 4 September 2008
22.53 pm

Picture taken from: http://3.bp.blogspot.com/_xcD4JK_dIjU/Sk8qBCglaDI/AAAAAAAADDY/FSs9c7t0FwI/s320/learning-difficulties-podcast.jpg

Tidak ada komentar:

Posting Komentar