
Sore itu, kala para pekerja lebih memilih bersantai di rumah melepas kepenatan setelah sehari penuh mencari nafkah, kala muda-mudi beredar – hang out – menunggu hadirnya malam, kala surya berpulang ke peraduan berganti hadirnya rembulan yang menerangi malam, saya pun memutuskan untuk keluar sejenak – mencari pemandangan yang lebih menyegarkan daripada berada seharian di kamar nomor 13 Wisma Ana, terlebih lagi berhadap-hadapan dengan layar monitor beserta tuts keyboard Notty yang – terkadang – mendatangkan pressure bagi otak ini (lebay dot com).
Menyusuri Jalan Profesor Herman Yohannes – atau yang sering disebut daerah Sagan – membuat mata saya tidak berhenti untuk tengok kanan-kiri, mencari gerobak martabak yang biasa mangkal di daerah Sagan ini. Di separuh ruas jalan itu, saya menemukan gerobak martabak yang saya cari. Sebenarnya, bukan martabak lah satu-satunya tujuan saya pergi sore itu. Sesuai planning yang saya buat, terlebih dulu saya memenuhi janji untuk mengambil foto di Jalan Urip Sumoharjo – alias Jalan Solo, setelah itu baru saya meluruskan niat untuk membeli martabak.
Martabak “Champiun”. Demikian merk dagang yang tertera di kaca gerobak itu. Tidak ketinggalan nomor telepon pemiliknya – untuk layanan delivery service mungkin. Dua pemesan sebelum saya datang sedang menunggu pesanannya siap. Ketika pemesan pertama sudah mendapatkan martabak di tangan dan pergi meninggalkan tempat itu, tinggalah saya dan pemesan kedua di sana. Martabak “Champiun” ini diawaki oleh dua orang – laki-laki (Main Chef) dan perempuan (asisten).
Seperti yang kita tahu, penjual martabak biasanya menjual dua jenis martabak: martabak telor dan martabak manis (orang Djogja menyebutnya Kue Terang Bulan). Di tengah-tengah proses pembuatan Terang Bulan, saya dikejutkan dengan aksi sang asisten yang membuang adonan kulit Terang Bulan setengah matang langsung dari loyang bundar tempat mencetak kue itu. Ternyata pemirsa, menurut Main Chef, adonan itu kurang mengembang, sehingga akan berpengaruh pada rasa yang dihasilkan oleh Terang Bulan itu. Dengan berat hati, Main Chef berambut jarang itu meminta maaf kepada pemesan kedua bahwa ia tidak bisa menjual Kue Terang Bulan yang adonannya gagal. Belajar dari produk gagal Terang Bulan itu, Chef memutuskan untuk tidak menjual Terang Bulan sepanjang malam itu. Bisa jadi malam itu menjadi malam yang terasa amat gelap bagi Chef dan asistennya karena tidak ada Terang Bulan yang terjual di tengah malam yang diterangi cahaya bulan itu (sok puitis nih ye...).
Tidak berlebihan apabila saya setuju dengan nama yang terpampang di gerobak martabak ini – “Champiun” – karena memang penjualnya memiliki jiwa pemenang sebagai pelaku bisnis yang jujur dan menjunjung tinggi profesionalisme. Padahal, bisa saja pada malam itu ia tetap menjual Terang Bulan, apa pun bentuknya, bagaimana pun rasanya. Namun, ia bersikeras untuk tidak menipu pelanggan karena rasa Terang Bulan yang tidak sesuai keinginan. Kerugian beberapa puluh ribu rupiah bersedia ia tanggung asalkan para pelanggan tidak lari darinya. Entah apa nama strategi pemasaran ini (karena saya tidak mempelajari ilmu Marketing), tetapi “Champiun” ini telah merebut hati pelanggan dengan profesionalisme yang senantiasa dijaganya.
Pengalaman saya di atas hanyalah sekelumit dari kisah profesionalisme para pedagang ‘kecil’ yang bisa kita temui di belahan bumi ini. Rasa malu sudah semestinya menjalar di benak para pelaku bisnis, pemegang kebijakan, pendidik, mahasiswa, atau profesi apa pun yang merasa belum mampu menjunjung tinggi profesionalisme dan tanggung jawab terhadap pekerjaan mereka. Tidak terkecuali diri saya. Tanpa ada cerita di atas pun seharusnya kita bisa bersikap profesional dalam bekerja dan berbuat.
Bahkan penjual martabak pun bisa bersikap profesional...
- t y -
Yk, 29 Oktober 2008
Picture taken from: http://semilirsunyi.files.wordpress.com/2009/02/54354_uang1.jpg
- t y -
Yk, 29 Oktober 2008
Picture taken from: http://semilirsunyi.files.wordpress.com/2009/02/54354_uang1.jpg

Welcome to ROYAL QQ.
BalasHapusSitus agen poker online yang terpercaya dan terbesar di INDONESIA.
ROYAL QQ menyediakan 7 permainan terpopuler dalam 1 ID.
Hanya dengan minimal deposit 15.000,- saja anda sudah bisa bermain di semua games.
Keuntungan bermain di Royal QQ :
- 200% Player Vs Player.
- Kartu yang dibagikan lebih bagus.
- Lebih banyak WD dari pada DEPO
- Lebih mudah memenangkan JACPOT!
Tunggu apa lagi, Daftarkan segera di https://goo.gl/WdAxAK
Contact Us :
Call : +855 8771 3624
BBM : 2B68D666