Minggu, 10 Januari 2010

WA, here I come...


Alhamdulillah, kemaren sore, tepatnya jam 16.45 WIB, kami- Tim KKN- PPM UGM Unit 88 check out dari pondokan alias ditarik dari lokasi. Setelah 1 pekan sosialisasi & pemantapan program, 6 pekan pelaksanaan program, dan 1 pekan terakhir pengerjaan laporan, akhirnya kami kembali ke kehidupan normal kami.

Emang selama KKN, kehidupan kami ga normal ya? Yup! Meskipun sama-sama beraktivitas seperti hari biasanya, tapi beda dengan KKN, it’s lots of pressure. Gimana ga, setiap hari kami harus menjalankan program yang sudah tercantum dalam tema judul plus program non tema yang kami janjikan di LRK (Laporan Rencana Kegiatan). Semua program itu harus memenuhi alokasi waktu minimal 288 jam. Stress banged... belum lagi adaptasi dengan teman-teman yang baru kukenal pas KKN ini. Harus memahami kebiasaan mereka yang sangat berbeda dengan kebiasaanku, berusaha ga membuat mereka tersinggung dengan perkataan dan cara bercandaku, memahami hal-hal apa yang membuat mereka senang, menjaga keharmonisan kerja satu tim, menghilangkan obrolan yang berbau SARA, menyamakan ritme kerja, duh... pokoknya banyak deh yang harus dijaga bareng-bareng teman 1 kamar, 1 pondokan, 1 subunit, apalagi 1 unit...
Bagi para pembaca yang uda pernah KKN, pasti bisa memahami perasaanku. Bagi yang belum pernah KKN, siap-siap ajah... hehehe...

Nah... ini nih the hardest part of KKN: pembuatan laporan!!! Untuk masing-masing anggota (yang ga menjabat kormanit, kormasit, dan kormabid), wajib mengumpulkan 5 laporan berupa: K1, K2, K3, R1 (rekapan K1), dan LPK (Laporan Pelaksanaan Kegiatan). Ga usah dijelasin yah, bakalan ribet. Terus, di samping mengumpulkan 5 laporan tersebut, Kormasit harus merekap R1 menjadi R2 ditambah dengan LPK subunit (gabungan LPK 6 anggota subunit). Kormabid, selain mengumpulkan 5 laporan tersebut, harus membuat Kartu Pelangi yang isinya rekapan program bidangnya masing-masing. Disebut Kartu Pelangi karena emang warna masing-masing bidang berbeda: Sience-Tech warna biru, Agro warna hijau, Kedokteran & Kesehatan warna kuning, dan Sosial Humaniora warna pink. Kormanit, sebagai finishing touch laporan, harus membuat R3 (rekapan R2 yang dibuat oleh Kormasit).

Bener-bener, waktu 1 pekan pembuatan laporan terasa sangat sempit. Hampir 15 jam setiap hari dalam 7 hari kami berkutat dengan laporan2 itu... sampai2 sasa – teman sekamarku yang menjabat sebagai Kormasit Kweni – berteriak, “Bisa ga sih, dalam waktu 24 jam ke depan kalian ga ngomongin tentang laporan?!” hi... segitunya, sa...

Aku sendiri, baru menyelesaikan kelima laporanku pada hari keenam... hari ketujuhnya aku siapkan untuk mengerjakan Kartu Pelangi (KP) Bidang Sosial Humaniora. Kartu berwarna pink yang sudah lusuh itu menjadi saksi kekalutanku menyelesaikan KP. Hari Kamis (28/08) jam 11 siang aku baru menerima R2 dari kelima kormasit. Itu pun pake acara salah nge-save segala, so harus nge-save ulang. Jam 11.30 baru kumulai pembuatan KP. Uda hampir 2 subunit kurekap, ga kusangka listrik mati – tepatnya jegleg alias ga kuat ngangkat beban listrik yang terlalu gede (pasti ada yang nyalain alat elektronik yang voltase-nya gede). Mana Notty (laptopku: Acer Aspire 4720z) lagi ga pake batre, ya langsung mati juga... pas kubuka lagi file bernama ‘rbsb’, beberapa angka sudah tertulis di sana, karena memang aku terbiasa untuk sering-sering nge-save. Bisa aja kulanjutkan langsung penghitungan program Soshum yang tadi terputus. Masalahnya, ini hitung-hitungan, cing... aku ga tau sampe mana program yang uda kuhitung tadi. Hitungan di KP Soshum ini ga sekedar puluhan or ratusan, ni sampe ribuan, bahkan puluhribuan... gile aje...

Syarip – sang Kormanit – menentukan deadline pengumpulan KP ba’da ashar. Aku nyerah. Aku minta izin ma Syarip untuk telat ngumpulin laporan. Dia ga ngebolehin, tapi ga ngelarang juga. No comment! Huh, sebel... yasud, the show must go on. Jam 13.30 kumulai lagi berduaan dengan KP-ku. Ada aja penghambat pembuatan KP ini. Ardi – Kormasit-ku – bersikeras semua anggota sub unit Krapyak Wetan harus ikut pamitan ke rumah Pak Dukuh. Padahal aku berharap bisa di-excuse untuk ga ikut dengan alasan nggarap KP, tapi ga boleh. Apa boleh buat, 15.00-16.45 kami menghabiskan waktu di rumah Pak Dukuh dan SD Krapyak Wetan.

Pulangnya, aku ga langsung ngelanjutin KP, tapi aku berusaha menenangkan diri dulu dan mengumpulkan energi untuk menyelesaikan KP. Ba’da maghrib baru kulanjutkan KP itu. Dengan sepenuh hati, kucermati angka2 yang tertera di R2 kelima sub unit. Konsentrasi penuh kucurahkan ke depan Notty, tanpa winamp, tanpa selingan game Twins, Bounce Out atau Burger Rush. Sekilas info, baru kali ini aku kerja di depan Notty tanpa iringan my fave songs. Ternyata bisa selesai juga... Target menyelesaikan KP Soshum jam 21.00 molor 1 jam jadi jam 22.00. fiuh... finally... dengan perasaan puas tak terkira diiringi ucapan syukur alhamdulillah, file berbentuk dbf yang dibuka pake Ms. Excel itu ku-save as ‘rbsb_SoshUm okAy’. Sekedar gambaran, KP pada kolom jumlah, tertera angka 153 untuk jumlah program, 4105 untuk jumlah waktu (dalam satuan jam), dan 70620 untuk total biaya (dalam ribu rupiah).

Hari Jumat (29/08), finishing laporan unit. 30 orang Densus 88 super sibuk. Ngeprint LPK, pamitan ke SD masing2 (tar ada episode perpisahan), ngedit dokumentasi, pengumpulan surat izin & kartu identitas KKN, melengkapi presensi, packing, dan kesibukan lain dalam rangka mempersiapkan diri ke kehidupan normal. Sssttt... asal tau aja ya, beberapa temen ada yang ga mandi seharian... hehe... tapi aku ga termasuk lowh... alasan mereka hanya satu: gek ndang rampung, njut mulih...

Setelah pamitan sama Pak Dukuh, Bu Dukuh, anak Pak Dukuh beserta suami dan sang buah hati – Alya – kami cabut menuju Jogja. Eh, sebelum bener-bener cabut, kami mampir pondokan cowok, pamitan sama Pak Joko – sang pemilik rumah sekaligus Babe-nya Novi, teman psiko ’05.
Jalan Bantul kami susuri sampai akhirnya tiba di MIPA. Angkut barang-barang mpe Maghrib, and finally, I’m home...Yeah, I’m here now, in WA. My lovely room. Meskipun keadaan kamarku belum cozy untuk ditinggali setelah ga berpenghuni selama +- 2 bulan, but it feels like home to me (kata Sarah McLachlan). Malam pertama bubu di atas kasur & bantal normal terasa amat nikmat setelah dua bulan tidur di atas kasur, bantal, dan teman-teman sekamar yang ga normal. Hahaha... b’canda Pit, Din, Sa... Loph u all...

Next episodes: all about KKN bakal kuceritain. Kalo ga bisa smua, minim puzzle2 peristiwa selama KKN yang berkesan untukku, bakal ku-share ma teman2 smuwa... see u then!

1 komentar:

  1. Welcome to ROYAL QQ.
    Situs agen poker online yang terpercaya dan terbesar di INDONESIA.

    ROYAL QQ menyediakan 7 permainan terpopuler dalam 1 ID.
    Hanya dengan minimal deposit 15.000,- saja anda sudah bisa bermain di semua games.

    Keuntungan bermain di Royal QQ :
    - 200% Player Vs Player.
    - Kartu yang dibagikan lebih bagus.
    - Lebih banyak WD dari pada DEPO
    - Lebih mudah memenangkan JACPOT!

    Tunggu apa lagi, Daftarkan segera di https://goo.gl/WdAxAK

    Contact Us :
    Call : +855 8771 3624
    BBM : 2B68D666

    BalasHapus