
Dengan ditemani oleh Goodday Coffemix yang tinggal sekali teguk di mug ungu bergambar fotoku (waduh!!!), aku mencoba menuliskan pengalamanku pada hari Sabtu (06/09/08) yang lalu. Semoga ga basi ya...
Sepekan sebelumnya, salah satu temanku yang berkuliah di Fakultas MIPA jurusan Kimia UGM memberitahukan perihal Tabligh Akbar yang diselenggarakan oleh KMFM (Keluarga Muslim Fakultas MIPA) ini. Waktunya: Sabtu, 6 September 2008 pukul 07.30-selesai bertempat di ruang apa... gitu (lupa namanya. Yang jelas, aku uda pernah masuk ke ruangan ini sebelumnya – waktu rapat koordinasi KKN dengan DPL). Sebenarnya, acara serupa juga banyak diadakan di lingkungan sekitar UGM, apalagi kalau mau melebarkan sayap ke UIN Sunan Kalijaga, UII, atau masjid-masjid di Jogja. Tapi yang membuatku berhasrat untuk menjadi peserta pada Tabligh Akbar ini adalah dua pembicara yang sudah kutunggu datangnya kesempatan untuk mengikuti forum beliau berdua. Siapa coba pembicaranya? Adalah Habiburrahman El Shirazy dan Sakti ‘Salman’ (ex-SO7) yang menjadi pembicara pada Tabligh Akbar yang bertajuk “Menggapai Cinta di Bulan Ramadhan”. Seneng deh...
Bukan apa-apa ya, tapi selama ini aku hanya mengenal Kang Abik melalui tulisannya dan mengenal Sakti tak lain adalah mantan gitaris SO7. Makanya, aku penasaran mendengar tausiyah Kang Abik langsung dari mulut beliau dan penasaran dengan proses hijrah Akhi Sakti yang terbilang mengejutkan. Ga lebay kan?
Mungkin akan lebih asyik kalau aku paparkan kronologis Tabligh Akbar ini yak!
1) Pembukaan pada pukul 08.15 oleh MC yang ‘kojay’ (kocak tapi jayus) Moh. Ibnu Abdurrahman. Sebelumnya, mohon maap kalau penulisan nama ga sesuai kenyataan, karena aku mengandalkan indera pendengaran dan short term memory-ku yang ga terlalu baik.
2) Tilawah Al Quran by Akhi Bayu Ihsan.
3) Sambutan ketua panitia, Rifky Yudhistira. Ada satu kalimat dari sang ketupat (ketua panitia) yang kucatat rapi: “Pelangi itu indah karena perbedaan warnanya”. Bener banget! Ga selamanya homogenitas itu indah. Oleh karenanya Allah menciptakan pelangi yang terdiri dari 7 warna untuk dinikmati keindahannya. Bukankah Allah juga menciptakan segala sesuatu di dunia ini secara berkebalikan? Ada kebaikan vs kejahatan, sehat vs sakit, lapang vs sempit, muda vs tua, hidup vs mati, dan masih banyak lagi negasi yang ada di alam semesta ini. Indah bukan?
4) Sambutan Mas’ul (ketua) KMFM, Aji Pangestu (???). Kalau ini kayaknya telingaku salah denger deh. Afwan kalo salah nama... jangan diambil hati...
5) Hiburan nasyid by KiVo (kayaknya sih kepanjangan dari Kimia Voice. Heheh,,, sotoy aja...).
6) Hiburan solo nasyid by Bayu Ihsan diiringi oleh gitar akustik by Rifa (salah ga ya, namanya...? duh, dari tadi tanya mulu yak!). keren...
7) Nah, ini acara intinya... muncullah sang moderator (lupa namanya... yang jelas, beliau berasal dari Jawa Barat dan aktif di BEM-KM. Itu yang kuinget...). Kang Abik & Akhi Sakti memasuki ruangan, mulai menata diri dan menata hati (apa coba?). Kesempatan menyampaikan tausiyah pertama kali diberikan kepada Akhi Sakti. Beberapa poin yang sempat kutulis di agendaku tentang tausiyah beliau:
U Sebagai hamba Allah, hendaknya cinta kita terhadap-Nya melebihi cinta kita terhadap teman atau pasangan kita. Sesungguhnya sebaik-baik cinta adalah cinta yang didasarkan pada kecintaan kita terhadap Allah SWT. Ana ukhibukum fillah... aku mencintaimu karena Allah...
U Segala keputusan yang kita ambil dalam hidup harus bermuara kepada Allah. Akhi Sakti mengungkapkan bahwa keputusannya untuk berhenti dari aktivitas ngeband pada 2006 silam merupakan keputusan untuk bertaubat dengan banyak pertimbangan. Pertimbangan bahwa ga bisa lagi menyalurkan hobi, ga bisa lagi nampang di TV atau kaset band-nya, dan pertimbangan lain yang – mungkin – lebih bersifat duniawi. Tapi lebih daripada itu semua, ada satu kekuatan yang mendorong beliau untuk meneruskan jalan taubatnya, yakni azzam untuk mendapatkan akhir yang baik. Beliau tidak ingin meninggal dalam keadaan sedang berjingkrak-jingkrak di panggung, melainkan beliau menginginkan meninggal dalam keadaan sujud, beribadah, menghambakan diri sepenuhnya kepada Allah. Khusnul Khotimah. Itu yang beliau azzam-kan pada diri. Subhanallah...
U Beliau juga menyampaikan bahwa orang-orang yang telah dicatat oleh Allah masuk surga akan dimudahkan untuk melakukan amal ibadah, sedangkan orang-orang yang dicatat masuk neraka akan dimudahkan untuk melakukan kemaksiatan. Sudahkah kita merasa ringan dan dengan senang hati dalam melakukan amal ibadah dan kebaikan?
Nah, kali ini tausiyah dari Ustadz Habib alias Kang Abik. Beberapa poin yang kucatat:
V Hal pertama yang kucatat dari tausiyah Kang Abik adalah bahwa ciri-ciri orang yang dicintai oleh Allah di antaranya, ia tidak pernah bosan melakukan kebaikan. Pengen donk, jadi hamba yang dicintai oleh Rabb-nya... makanya, ty, janganlah bosan melakukan kebaikan. Let’s Fastabiqul Khairat!
V Diambil dari sebuah hadits shahih (aku lupa, ada yang tau?), Kang Abik menyampaikan bahwa seorang mukmin tidak akan pernah merasa kenyang akan kebaikan yang ia lakukan sampai kakinya menginjakkan surga. Subhanallah...
V Bicara tentang cinta (tentunya cinta kita kepada Allah ya...), Kang Abik memberi contoh nyata tentang shahabat Sa’d bin Musayid – yang saking cintanya dan rindunya menemui Allah – selama 40 tahun beliau selalu stand by di masjid sebelum muadzin mengumandangkan adzan. Istiqomah yang luar biasa...
V Namun, di balik komponen cinta – dalam bertauhid – seorang mukmin seharusnya menjadikan takut dan harap sebagai energi jiwa. Lihat saja shahabat Ali bin Abi Thalib yang selalu menagis saat bertakbir dalam sholatnya karena beliau takut kalau-kalau shalatnya tidak diterima oleh Allah. Betapa indah ketika kita – hamba Allah – menjadikan takut, harap, dan cinta sebagai dasar dalam beribadah kepadaNya...
V Sebagai penutup, Ustadz Habib menyampaikan, “Siapa pun yang dikehendaki baik oleh Allah, maka Allah memahamkan ilmu kepadaNya”. Bersyukurlah...
Wokey... Setelah kalimat penutup tadi, aku memutuskan untuk tidak mencatat lagi karena sesi tanya-jawab dimulai... (apa hubungannya?). Yo wis, pokoke ada dua orang yang tanya: ikhwan dan akhwat. Pertanyaannya seputar bagaimana mempertahankan keistiqomahan beribadah. Trus muncul juga pertanyaan dari ukhti penanya yang duduk di barisan paling atas tentang fenomena film Ayat-ayat Cinta. Sssttt... di sini Kang Abik menyampaikan hal-hal behind the scene of AAC movie. Seru deh... kalo ga ikut ni Tabligh Akbar, aku ga akan tau tentang bagian yang off the record itu. Hihihi...
Wallahu a’lam bi shawab
- t y -
Yk, 9 September 2008
23.55 pm
Picture taken from: http://www.testcompany.com/archive/September2009-37/att-16378/bedug.jpg

Welcome to ROYAL QQ.
BalasHapusSitus agen poker online yang terpercaya dan terbesar di INDONESIA.
ROYAL QQ menyediakan 7 permainan terpopuler dalam 1 ID.
Hanya dengan minimal deposit 15.000,- saja anda sudah bisa bermain di semua games.
Keuntungan bermain di Royal QQ :
- 200% Player Vs Player.
- Kartu yang dibagikan lebih bagus.
- Lebih banyak WD dari pada DEPO
- Lebih mudah memenangkan JACPOT!
Tunggu apa lagi, Daftarkan segera di https://goo.gl/WdAxAK
Contact Us :
Call : +855 8771 3624
BBM : 2B68D666